Mengelola Katering Halal

Jakarta – Mengkonsumsi  produk halal, bagi umat Islam hukumnya wajib. Oleh karena itu, umat Islam sebagai konsumen perlu berhati-hati dalam memilih produk makanan atau minuman, karena tidak semua produk konsumsi yang tersedia di pasaran telah terjamin kehalalannya.

 

Kebutuhan konsumen akan produk halal  tersebut, bagi para pelaku bisnis di bidang makanan tentu menjadi peluang yang sangat besar. Bayangkan, dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta, maka potensi pasarnya tentu sangat besar.

 

Masalahnya, tidak semua pelaku usaha telah memahami dengan baik tentang bagaimana menyediakan kuliner halal bagi pelanggannya. Oleh karena itu, bersamaan dengan penyelenggaraan pameran makanan internasional, Interfood 2011 di Kemayoran, Jakarta pada 1 Oktober 2011, LPPOM MUI menggelar seminar dancouching clinics mengenai proses sertifikasi halal bagi pemilik catering.

 

Beberapa topik yang dibahas antara lain standar dan prosedur sertifikasi halal bagi pelaku bisnis catering, cara dan syarat-syarat mendapat sertiifkat halal serta menjaga jaminan kehalalan catering.

 

Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Osmena Gunawan menyatakan,saat ini, kemajuan teknologi telah membuat bahan-bahan haram dengan mudah  dimanfaatkan sebagai bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong pada berbagai produk olahan. Akhirnya yang halal dan yang haram menjadi tidak jelas, bercampur aduk dan banyak yang syubhat  alias samar-samar dan tidak jelas hukumnya.

 

“Oleh karena itu, seminar kali ini yang khusus membahas proses sertifikasi halal bagi bisnis catering diharapkan bisa menambah pengetahuan dan minat para pelaku usaha di bidang makanan untuk lebih serius menyediakan produk halal. Selain membantu konsumen muslim dalam memperoleh makanan halal, produsen sesungguhnya juga bisa menggarap pasar halal yang masih terbuka sangat lebar,” ujar Osmena.

 

Osmena menambahkan, sertifikasi Halal pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin para konsumen. Namun, di  sisi lain, produk halal yang kini semakin menjadi tren di masyarakat juga menjadi peluang bisnis tersendiri.

 
 

Comments are closed.

 
 
 
WhatsApp us
Katering Pernikahan Semarang | Rias Pengantin | Dekorasi Pesta Pernikahan | Katering Pondokan Pesta Pernikahan | Pesanan Nasi Dus | Catering Semarang | katering semarang | Katering Prasmanan | Katering Pondokan | catering pesta perkawinan | catering prasmanan